Indonesia Selasa, 13-04-2021 Jam 14:56:36
KaltengSatu
Home Berita MITRA-KALTENG Pemkab Murung Raya

Bupati Murung Raya Resmikan Gedung Pelayanan KB di Muara Laung

by Redaksi - Tanggal 10-02-2021,   jam 14:56:36
Bupati Murung Raya Resmikan Gedung Pelayanan KB di Muara Laung Bupati Mura Drs. Perdie M Yoseph, MA ketika meresmikan Gedung Penyuluhan KB di Kelurahan Muara Laung, Rabu (10/2).

KALTENGSATU, Puruk Cahu - Bupati Murung Raya Drs Perdie M Yoseph, MA melaksanakan peresmian atau launcing Gedung Pelayanan Keluarga Berencana (KB) Kecamatan Laung Tuhup dan Barito Tuhup Raya di Kelurahan Muara Laung, Rabu (10/2).

 

Kegiatan peresmian ini juga bersamaan dengan launcing atau peluncuran pelayanan KB MKJP yang dilakukan oleh Kepala PBKKBN Provinsi Kalimantan Tengah Muhammad Rizal, SE.,ME.

 

Hal ini mendukung kegiatan dari jumlah penyuluh KB di Kabuten Mura sebanyak 232 kader, tentu ini sangat potensi dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.

 

Dalam kesempatan itu, Bupati Perdie menyampaikan bahkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya mendukung program Keluarga Berencana, bentuk komitmen tersebut melalui dukungan anggaran dan fasilitas dan sumber daya yang dimiliki.

 

"Kami mengapresiasi kepada semua pihak yang terlibat langsung, terutama masyarakat yang menghibah tanahnya untuk gedung pelayanan KB untuk dua kecamatan yaitu Kecamatan Luang Tuhup dan Barito Tuhup di Kelurahan Muara Laung ini," kata Perdie.

 

Ia mengharapkan gedung pelayanan KB ini bisa digunakan sebaiknya, buat terobosan spritnya sebagai tempat edukasi, dan komunikasi pelayanan.

 

"Fungsi di kondisi Covid-19, memungkinkan hal yang lain lebih produktif juga bisa sehingga ketika orang yang melaksanakan KB disini ada esensinya dan edukasi yang diterima," bebernya.

 

Menurut Bupati, lokasinya gedung pelayanan KB yang strategis memang sangat cocok di tengah pemukiman penduduk sehingga memudahkan akses dan layanan serta mobilisasi masyarakat.

 

Tahun 2021, diharapkan ada lagi balai penyuluh KB di Mura, alasanya karena tingkat perkawinan cepat usia dini sudah memiliki anak.

 

Kondisi demikian, lanjut Bupati alumnus STPDN ini, apabila tidak disikapi oleh pemerinah tentu akan berdampak sosial yang besar, bayi lahir tidak normal, tingkat kecerdasan karena nutrisi kurang, ditambah lagi belum siap mental berumah tangga sehingga terjadinya perceraiaan.

 

"Saya minta penyuluh KB harus konsiten, keluarga berencana yang sehat anaknya dua, sehingga bisa menjadi contoh kepada masyarakat," jelas Perdie. (Kh1)