Indonesia Minggu, 31-05-2020 Jam 15:54:11
KaltengSatu
Home Berita LINTAS-KALTENG Barito Utara

Siswa Dari Desa Paring Lahung Naik Kelotok Tanpa Pengaman Menuju Sekolah

by Admin - Tanggal 26-03-2020,   jam 15:54:11
Siswa Dari Desa Paring Lahung Naik Kelotok Tanpa Pengaman Menuju Sekolah Siswa dari Desa Paring Lahung, Kecamatan Montallat saat menggunakan taksi kelotok berangkat sekolah, Rabu (25/3/2020).

KALTENGSATU, Muara Teweh - Siswa-siswi TK, SD dan SMP di Desa Paring Lahung, Kecamatan Montallat, Kabupaten Barito Utara setiap hari menggunakan alat transportasi air taksi kelotok untuk menuju ke sekolah menimba ilmu. Mereka rele berdesakan duduk di atap kelotok, tanpa memikirkan bahaya yang menimpa mereka. 

 

Bahkan seolah-olah sudah terbiasa seperti itu yang dapat menimbulkan risiko kecelakan di aliran sungai, karena penumpang yang melebihi kapasitas tidak menyurutkan semangat belajarnya. 

 

Kondisi ini terjadi sejak 2011 silam, terkesan belum ada perhatian pemerintahan desa maupun perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah itu.

 

Sementara untuk jarak tempuh antara RT 04 Desa Paring Lahung ke Desa Paring Lahung, Kecamatan Montallat Kabupaten Barito Utara, terbilang cukup jauh, memakan waktu 20 menit perjalanan dengan menggunakan kelotok. 

 

Ahmad Efendi salah satu tokoh masyarakat didampingi Herlianor, mengharapkan kepada pemerintah khususnya pemerintah desa dan perusahaan yang ada di sekitar desa dapat berperan aktif dan memperhatikan kondisi yang memperihatinkan tersebut.

 

“Kami mengusulkan agar biaya transportasi dapat ditanggung pemerintah desa. Atau sumber dananya bisa berasal dari CSR perusahaan-perusahaan yang ada di sekitar Desa Paring Lahung,” tutur Ahmad Efendi, Rabu (25/3/2020).

 

"Selama ini, satu orang siswa dikenakan biaya transportasi Rp 100 ribu per bulan.  Harapannya, biaya transportasi sekolah bisa dibantu pemerintah desa dan CSR perusahaan, sehingga anak-anak bersekolah bisa menikmatinya gratis. Termasuk, menyediakan moda transportasi sungai yang lebih aman," ungkapnya. 

 

“Tentu perlu juga adanya standar keselamatan (safety) bagi klotok yang mengangkut siswa bersekolah. Selama ini, tidak ada jaminan keselamatan bagi anak-anak kalau mengalami musibah. Hal ini harus diantisipasi, dengan menyiapkan pelampung atau lainnya,” ucap Efendi.

 

Herlianor juga mengingatkan kepada perusahaan tambang batubara yang beroperasi di sekitar Desa  Paring Lahung, bisa lebih untuk peduli lagi terhadap desa sekitar. Terutama dalam masalah pendidikan, kesehatan dan keagamaan, terutama rumah ibadah.

 

“Sebagai warga, kami berharap uluran tangan pihak perusahaan dalam masalah sosial dan keagamaan. Salah satunya, membantu meperbaiki tempat ibadah,” imbuh Herlianor. (noy/n/kh1)