Indonesia Minggu, 12-07-2020 Jam 19:23:15
KaltengSatu
Home Berita LINTAS-KALTENG Murung Raya

Jika Bermain, Kajari Mura Tidak Segan Mengejar Aset para Koruptor Dana Covid

by Reno - Tanggal 30-05-2020,   jam 19:23:15
Jika Bermain, Kajari Mura Tidak Segan Mengejar Aset para Koruptor Dana Covid Kajari Mura Robert P. Sitinjak, S.H., M.Hum saat di wawancara awak media.

KALTENGSATU, Puruk Cahu - Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Mura, Robert P. Sitinjak, S.H., M.Hum  menyebutkan dalam memutus mata rantai penyebaran pandemi coronavirus atau Covid-19 tent harus dilakukan cepat. Dia mengakui, dengan adanya pandemi ini, negara memang memberikan pengecualian dalam hal belanja keperluan penanganan Covid-19.

 

Menurut Robert, bahwa dalam pembelian barang dan jasa untuk Covid-19, pemerintah Kabupaten melalui Gugus Tugas diberikan keleluasaan. Namun, itu tetap harus disediakan segera.

 

Robert mencontohkan, misalkan pemerintah daerah mendatangkan alat kesehatan seperti ventilator, alat rapid tes, dan masker yang harus diimpor dari negara lain. Maka pembelian tersebut dibebaskan dari standar harga, tetapi harus dilaksanakan segera.

 

“Berapapun harganya harus dilakukan pembelian, namun pengirimannya segera dan jangan ditunda. Untuk pertanggungjawabannya, harus melengkapi bukti dokumen pembelian dan pengiriman secara lengkap,” ungkap Kajari, kemarin.

 

Menurutnya, inilah fungsi pendampingan dari pihak Kejaksaan. Sehingga kedepan, kepentingan masyarakat dapat cepat terlayani. Selain itu, tidak ada ketakutan dan kecurigaan terhadap pejabat pengadaan sehingga mereka dapat bekerja dengan maksimal. 

 

"Kejaksaan tidak melindungi perbuatan curang pada refocussing dana dan relokasi dana Covid-19 dari APBD Kabupaten Mura," tegasnya.

 

Apabila terbukti setelah diteliti kebenarannya, ternyata laporan pengaduan warga adanya indikasi kerugian keuangan negara, maka Kejaksaan minta segera dikembalikan disetorkan ke kas negara. Apabila ada bukti permulaan yang cukup, maka Kejaksaan tidak segan pasti memutus perjanjian kerjasama atau MoU secara sepihak.

 

"Kajari tidak segan mengejar aset koruptor dana covid-19, seperti mengejar aset dan berhasil mengembalikan kerugian negara sekitar Rp 1,74 Miliar pada alhir tahun 2019 lalu," pungkasnya. (n/kh1)