Indonesia Selasa, 27-10-2026 Jam 21:31:23
KaltengSatu
Home Berita LINTAS-KALTENG

Kadisdik Barut Apresiasi Fitria Yunita, Angkat Cerita Rakyat Supak dan Gantang Lewat Animasi AI

by Redaksi - Tanggal 27-10-2026,   jam 21:31:23
Kadisdik Barut Apresiasi Fitria Yunita, Angkat Cerita Rakyat Supak dan Gantang Lewat Animasi AI ANGKAT CERITA RAKYAT SUPAK DAN GANTANG-Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara M Iman Topik memakai baju Supak dan Gantang yang merupakan cerita rakyat Kalteng untuk media pembelajaran digital berbentuk serial animasi.(kaltengsatu:Dok Disdik Barut)

KALTENGSATU, Muara Teweh – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara, M. Iman Topik, mengapresiasi inovasi pembelajaran yang dilakukan Fitria Yunita, S.Pd.I., guru SMP Negeri 1 Muara Teweh, yang mengangkat cerita rakyat Kalimantan Tengah, Supak dan Gantang, menjadi media pembelajaran digital berbentuk serial animasi.

 

Inovasi tersebut berhasil meraih Juara 2 dalam Lomba Guru Berprestasi Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026. Karya ini memadukan pembelajaran Bahasa Inggris dengan pengenalan kearifan lokal melalui pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

 

Saat ditemui di Muara Teweh, Selasa (27/10/2026), M. Iman Topik menyampaikan bahwa kreativitas guru dalam mengembangkan media pembelajaran merupakan salah satu langkah penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus membuat proses belajar lebih menarik bagi peserta didik.

 

Menurutnya, pemanfaatan cerita rakyat sebagai bahan pembelajaran dapat membantu siswa mempelajari Bahasa Inggris dengan cara yang lebih kontekstual, sekaligus mengenal dan mencintai budaya daerahnya sendiri.

 

“Ini merupakan inovasi yang patut diapresiasi. Guru tidak hanya dituntut menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga perlu kreatif menghadirkan metode pembelajaran yang menarik, relevan dengan perkembangan zaman, dan tetap berakar pada kearifan lokal,” kata Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara M Iman Topik saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa, (27/10/2026).

 

Topik menilai, cerita rakyat Supak dan Gantang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai sumber belajar lintas bidang. Melalui serial animasi, siswa dapat belajar kosakata, pelafalan, pemahaman cerita, serta keterampilan berbahasa Inggris dengan memanfaatkan alur dan karakter yang dekat dengan budaya lokal.

 

Ia juga menjelaskan bahwa kisah Supak dan Gantang sebelumnya telah diterbitkan dalam bentuk buku cerita bergambar pada 2020. Kini, cerita tentang dua bocah tersebut dihadirkan kembali dalam format digital melalui serial animasi yang proses pembuatannya memanfaatkan teknologi AI secara sederhana.

 

Menurut M. Iman Topik, perkembangan teknologi digital memberikan peluang bagi guru untuk menghasilkan media pembelajaran yang lebih variatif, termasuk bagi sekolah yang ingin mengembangkan bahan ajar kreatif dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia.

 

Meski demikian, penggunaan teknologi tetap perlu disertai pertimbangan pedagogis. Guru diharapkan memastikan isi materi sesuai dengan tujuan pembelajaran, usia peserta didik, serta nilai-nilai budaya yang hendak disampaikan.

 

Ia juga berharap prestasi yang diraih Fitria Yunita dapat menjadi motivasi bagi guru-guru lain di Kabupaten Barito Utara untuk terus berinovasi dan mengembangkan potensi lokal sebagai bagian dari kegiatan belajar mengajar.

 

“Harapan kita, semakin banyak guru yang berani berkreasi dan memanfaatkan teknologi secara tepat. Dengan begitu, pembelajaran menjadi lebih menarik, kompetensi siswa berkembang, dan kekayaan budaya daerah tetap dikenal oleh generasi muda,” demikian pesan yang dapat disesuaikan dengan keterangan asli Kadisdik.

 

Melalui inovasi tersebut, cerita rakyat Kalimantan Tengah diharapkan tidak hanya menjadi warisan budaya yang dikenang, tetapi juga dapat terus hidup dan berkembang sebagai sumber pembelajaran yang relevan bagi generasi masa kini.(kh3)