Indonesia Sabtu, 31-10-2026 Jam 16:38:14
KaltengSatu
Home Berita LINTAS-KALTENG Barito Utara

Ardianto Apresiasi Patroli Gabungan Karhutla, Enam Titik Rawan di Teweh Selatan Dipantau Drone

by Redaksi - Tanggal 29-10-2026,   jam 16:38:14
Ardianto Apresiasi Patroli Gabungan Karhutla, Enam Titik Rawan di Teweh Selatan Dipantau Drone PATROLI GABUNGAN KARHUTLA-Tim gabungan pemantauan karhutla di wilayah Teweh Selatan sebelum melaksanakan pemantauan dengan mengoperasikan enam unit pesawat nirawak atau drone untuk memantau enam titik yang dinilai rawan kebakaran maupun lokasi bekas kebakaran hutan dan lahan, Kamis (29/10/2026).(kaltengsatu:Dok Pribadi)  

KALTENGSATU, Muara Teweh – Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV, Ardianto, memberikan perhatian terhadap upaya pemantauan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dilaksanakan tim gabungan di wilayah Kecamatan Teweh Selatan, Kamis (29/10/2026).

 

Kegiatan patroli gabungan tersebut melibatkan unsur Polda Kalimantan Tengah, Polres Barito Utara, anggota DPRD Dapil IV, Kapolsek Teweh Selatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP), Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Kominfosandi), Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Trahean, serta pihak PT BIMA.

 

Dalam kegiatan tersebut, tim gabungan mengoperasikan enam unit pesawat nirawak atau drone untuk memantau enam titik yang dinilai rawan kebakaran maupun lokasi bekas kebakaran hutan dan lahan. Pemantauan dilakukan di wilayah Desa Trahean, Desa Bintang Ninggi I, Desa Bintang Ninggi II, dan Desa Trinsing, Kecamatan Teweh Selatan, Kabupaten Barito Utara.

 

Penggunaan drone menjadi salah satu langkah untuk membantu petugas memantau kondisi wilayah secara lebih luas, khususnya pada lokasi yang sebelumnya pernah mengalami kebakaran. Melalui rekaman udara, tim dapat mengamati kondisi permukaan lahan serta mengidentifikasi kemungkinan adanya indikasi kebakaran yang masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

 

Ardianto menilai upaya pemantauan terpadu seperti ini penting untuk mendukung pencegahan karhutla, terutama pada kawasan yang memiliki riwayat kebakaran. Kesiapsiagaan semua pihak diperlukan agar potensi munculnya titik api dapat diketahui sedini mungkin dan segera ditindaklanjuti oleh petugas terkait.

 

Hasil Pemantauan Awal Menunjukkan Kondisi Titik Bekas Kebakaran Terkendali

Berdasarkan hasil pemantauan awal melalui rekaman drone, sejumlah titik bekas kebakaran yang menjadi sasaran patroli diperkirakan sudah padam dan dalam kondisi aman. Meski demikian, pemantauan lanjutan tetap diperlukan untuk memastikan tidak terdapat bara api yang berpotensi kembali menyala.

 

Kondisi tersebut menjadi perkembangan yang diharapkan dalam upaya pengendalian karhutla di wilayah Kecamatan Teweh Selatan. Namun, kewaspadaan tetap harus dijaga mengingat kebakaran pada lahan tertentu dapat kembali terjadi apabila masih terdapat bara tersembunyi atau kondisi lingkungan mendukung munculnya titik api baru.

 

Karena itu, koordinasi antara petugas kepolisian, BPBD, unsur pengelola kehutanan, pemerintah setempat, masyarakat, dan pihak perusahaan menjadi bagian penting dalam menjaga wilayah tetap aman dari kebakaran.

 

Pemantauan melalui drone juga membantu memberikan gambaran awal mengenai kondisi lokasi yang diperiksa. Hasil rekaman tersebut dapat menjadi bahan bagi tim untuk menentukan langkah berikutnya, termasuk pemeriksaan langsung apabila ditemukan indikasi yang membutuhkan penanganan.

 

Sinergi Lintas Instansi Diperlukan untuk Mencegah Kabut Asap

Ardianto berharap patroli gabungan dan pemantauan berkala dapat terus dilakukan, terutama pada wilayah yang sebelumnya pernah mengalami kebakaran hutan dan lahan. Menurutnya, pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, bukan hanya aparat dan instansi pemerintah. Masyarakat serta pihak perusahaan yang beraktivitas di sekitar kawasan rawan kebakaran juga memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda munculnya api.

 

Kebakaran hutan dan lahan tidak hanya berpotensi merusak lingkungan, tetapi juga dapat menimbulkan kabut asap yang mengganggu kesehatan, aktivitas masyarakat, transportasi, serta kegiatan perekonomian.

 

Oleh sebab itu, upaya pencegahan perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui pemantauan, kesiapan personel, penyediaan sarana pendukung, dan peningkatan kesadaran masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.

 

Keterlibatan Masyarakat Peduli Api Desa Trahean dalam patroli tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat peran warga dalam menjaga lingkungan di sekitar tempat tinggal mereka.

 

Ardianto Berharap Barito Utara Terhindar dari Karhutla

Ardianto berharap hasil pemantauan yang menunjukkan kondisi awal relatif aman dapat terus dipertahankan melalui pengawasan dan kesiapsiagaan semua pihak. Ia juga berharap tidak terjadi lagi kebakaran hutan dan lahan yang berpotensi menimbulkan kabut asap di wilayah Kabupaten Barito Utara.

 

Upaya tersebut memerlukan kerja sama yang konsisten antara pemerintah, aparat keamanan, instansi teknis, dunia usaha, dan masyarakat. Selain patroli, penyampaian informasi kepada warga mengenai bahaya pembakaran lahan juga perlu terus dilakukan.

 

Masyarakat diharapkan tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api atau kepulan asap di kawasan hutan dan lahan.

 

Dengan pemantauan menggunakan teknologi drone, patroli rutin, serta dukungan seluruh elemen masyarakat, diharapkan potensi karhutla dapat ditekan dan kondisi lingkungan di Kabupaten Barito Utara tetap terjaga.

 

Pencegahan sejak dini menjadi langkah penting agar masyarakat dapat beraktivitas dengan aman, kualitas udara tetap terpelihara, dan ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan dapat dihindari. (kh3)