Indonesia Rabu, 13-05-2026 Jam 21:06:18
KaltengSatu
Home Berita LINTAS-KALTENG Barito Utara

Ambulans Masuk Jurang Saat Rujuk Pasien, Kapus Butong: Demi Selamatkan Nyawa Ibu

by Redaksi - Tanggal 15-04-2026,   jam 21:06:18
Ambulans Masuk Jurang Saat Rujuk Pasien, Kapus Butong: Demi Selamatkan Nyawa Ibu KONDISI IBU DAN BAYI SEHAT-Kondisi pasien pasca melahirkan Yulita Alri Luruk (33) asal Kupang, NTT dan anaknya yang dirujuk ke RSUD Puruk Cahu dalam keadan sehat.(kaltengsatu:Dok Pribadi Warga)

KALTENGSATU, Muara Teweh – Kepala Puskesmas (Kapus) Butong Kecamatan Teweh Selatan, Kabupaten Barito Utara, Apriadi, memberikan penjelasan terkait rujukan pasien pasca persalinan ke RSUD Puruk Cahu yang berujung insiden kecelakaan ambulans, Rabu (15/4/2026) petang.

 

Menurut Apriadi, keputusan merujuk pasien dilakukan semata-mata demi keselamatan jiwa ibu yang mengalami kondisi darurat setelah melahirkan. Pasien, Ny. Yulita Alri Luruk (33), asal Kupang, NTT, alamat Desa Pandran Permai (SP III), sebelumnya melahirkan bayi perempuan secara normal di Puskesmas Butong pada Selasa malam (14/4/2026).

 

“Setelah persalinan, pasien mengalami perdarahan pada bagian plasenta dengan kadar hemoglobin (HB) sekitar 10. Melihat kondisi tersebut, bidan berinisiatif untuk segera merujuk pasien,” ujar Apriadi.

 

Ia menjelaskan, pihak puskesmas telah mengikuti prosedur dengan menghubungi rumah sakit rujukan terdekat di wilayah DAS Barito. Namun, RSUD Muara Teweh menyarankan agar pasien dirujuk ke RSUD Puruk Cahu yang memiliki dokter spesialis kandungan tersedia saat itu.

 

“Kami sudah menghubungi dua RSUD yang memiliki dokter spesialis. Keputusan membawa pasien ke Puruk Cahu dilakukan sekitar pukul 01.00 WIB dengan tujuan utama menyelamatkan pasien,” katanya.

 

Dalam perjalanan, ambulans yang membawa pasien bersama tenaga kesehatan mengalami kecelakaan di Km 68 ruas jalan nasional Muara Teweh–Puruk Cahu. Apriadi menyebut kondisi cuaca buruk dan jalan licin menjadi faktor utama. “Hujan deras dan jalan rusak membuat sopir menghindari lubang dengan membanting setir, hingga akhirnya ambulans masuk ke jurang,” jelasnya.

 

Meski demikian, evakuasi cepat dilakukan dengan bantuan kendaraan travel yang melintas. Pasien bersama tenaga medis berhasil dibawa ke RSUD Puruk Cahu untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

 

“Pasien langsung ditangani dan menjalani operasi untuk mengatasi perdarahan pasca persalinan. Sementara tenaga kesehatan yang mengalami cedera juga mendapatkan perawatan,” tambah Apriadi.

 

Ia juga berharap adanya dukungan pemerintah daerah untuk pengadaan ambulans baru guna menunjang pelayanan kesehatan di Puskesmas Butong. “Setiap hari kami melayani pasien, termasuk rawat inap di IGD. Dukungan ambulans sangat kami butuhkan,” ujarnya.

 

Sementara itu, Direktur RSUD Muara Teweh, dr. Wahidah Asurawati, menjelaskan alasan tidak dapat menangani pasien tersebut. Ia menyebut dokter spesialis kandungan di RSUD Muara Teweh hanya satu orang dan sedang menjalankan tugas dinas luar.

 

“Dokter spesialis kami sedang mengikuti pelatihan PONEK di luar daerah. Kegiatan ini sudah terjadwal sebagai bagian dari pemenuhan akreditasi rumah sakit,” jelas Wahidah melalui pesan WhatsApp.

 

Dengan kondisi tersebut, pihak RSUD Muara Teweh merekomendasikan rujukan ke RSUD Puruk Cahu agar pasien segera mendapatkan penanganan optimal.(kh3)