LAHIRAN ANAK PERTAMA-Nadya (26), seorang ASN bersama anak pertamanya, dimana sebelumnya menjalani persalinan dengan tenang berkat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).(kaltengsatu:Dok BPJS Muara Teweh) KALTENGSATU, Muara Teweh – Menanti kelahiran anak pertama menjadi momen penuh haru sekaligus kekhawatiran bagi setiap pasangan, terutama terkait proses dan biaya persalinan. Hal tersebut juga sempat dirasakan oleh Nadya (26), seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), sebelum akhirnya menjalani persalinan dengan tenang berkat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Nadya (26), Kamis (30/4/2026), mengungkapkan rasa syukurnya setelah proses persalinan anak pertamanya yang berlangsung beberapa bulan lalu berjalan lancar tanpa kendala biaya. Ia melahirkan di RSUD Muara Teweh pada Rabu (22/4/2026) lalu.
“Semua sudah dijamin dari JKN, dari awal masuk rumah sakit sampai selesai persalinan berjalan lancar tanpa ada biaya sama sekali,” ujar Nadya, Kamis di Muara Teweh.
Ia menjelaskan, pengalaman tersebut merupakan yang pertama sejak dirinya terdaftar sebagai peserta JKN dari segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan hak kelas rawat kelas satu. Pelayanan yang diterima, baik dari tenaga medis maupun perawat, menurutnya sangat memuaskan.
Awalnya, Nadya sempat merasa gugup saat menghadapi proses persalinan. Namun, rasa cemas tersebut berangsur hilang seiring dengan pelayanan yang diberikan selama di rumah sakit.
“Jujur awalnya gugup, tapi setelah dijalani ternyata semua terasa mudah. Pelayanan dari dokter dan perawat juga sangat baik,” tambahnya.
Ia menceritakan, proses persalinan bermula saat dirinya mengalami kontraksi pada usia kehamilan sembilan bulan. Pada malam hari, kontraksi mulai terasa hingga keesokan paginya air ketuban pecah. Karena khawatir kondisi semakin mendesak, Nadya bersama suaminya langsung menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Setelah dilakukan pemeriksaan, ia disarankan untuk menjalani rawat inap. Nadya kemudian mendapatkan perawatan intensif di ruang bersalin selama kurang lebih 12 jam hingga akhirnya berhasil melahirkan secara normal.
“Saya sempat berpikir akan menjalani operasi, tapi ternyata dengan observasi yang terus dilakukan, kondisi saya terkontrol dan bisa melahirkan secara normal. Itu sangat melegakan,” tuturnya.
Kini, lima bulan setelah persalinan, bayi laki-lakinya tumbuh sehat dan juga telah terdaftar sebagai peserta JKN. Nadya berharap program ini terus memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
“Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan, terutama bagi peserta JKN yang rutin membayar iuran, karena itu sangat membantu sesama yang membutuhkan pelayanan kesehatan,” tutupnya.(kh3)