KALTENGSATU, Palangka Raya – UPT Balai Pengembangan Produksi Benih Tanaman Pangan Hortikultura (BPPBTPH) Kalimantan Tengah menjelaskan peran teknologi kultur jaringan dalam mendukung pengembangan varietas unggul dan percepatan swasembada pangan kepada mahasiswa Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR).
Pemaparan tersebut disampaikan saat kunjungan lapangan 30 mahasiswa UMPR yang mengikuti pembelajaran Mata Kuliah Pemuliaan Tanaman di BPPBTPH Kalimantan Tengah.
Kepala Seksi Perbanyakan Benih Hortikultura Goalter Zoko menerangkan bahwa setelah varietas unggul dihasilkan melalui proses pemuliaan tanaman, diperlukan teknologi yang mampu memperbanyak bibit dalam jumlah besar dan berkualitas.
“Teknologi ini sangat mendukung upaya peningkatan produksi dan produktivitas pertanian yang pada akhirnya berkontribusi terhadap percepatan swasembada pangan,” tutur Goalter Zoko di Palangka Raya, seperti dikutip pada Selasa, (9/6/2026).
Ia menjelaskan metode kultur jaringan telah diterapkan pada berbagai komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi seperti pisang, anggrek, dan nanas yang membutuhkan bibit dalam jumlah besar.
Menurutnya, teknik tersebut tidak hanya menghasilkan bibit yang seragam dan sehat, tetapi juga menjaga kemurnian varietas unggul serta mendukung penyediaan bahan tanam berkualitas bagi masyarakat dan pelaku usaha pertanian. (K1)