Wakil Ketua Komisi II yang membidangi Perekonomian dan SDA DPRD Kalteng, Bambang Irawan KALTENGSATU, Palangka Raya – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Bambang Irawan, menilai keberhasilan program swasembada pangan sangat bergantung pada dukungan nyata kepada petani, mulai dari penyediaan sarana produksi hingga pendampingan yang berkelanjutan.
Menurutnya, target Luas Tambah Tanam (LTT) seluas 164.358 hektare yang ditetapkan Kementerian Pertanian dapat tercapai apabila kebutuhan petani terpenuhi dengan baik.
“Petani membutuhkan kepastian. Kalau sarana produksi tersedia dan pendampingan berjalan, hasilnya pasti lebih optimal,” tegas Bambang Irawan, baru-baru ini.
Bambang mengatakan, penyediaan benih unggul, distribusi pupuk bersubsidi yang tepat waktu, serta pendampingan selama proses budidaya menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian.
“Langkah yang dijalankan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah merupakan strategi penting untuk memperkuat ketahanan sekaligus kemandirian pangan di tengah tantangan ekonomi dan perubahan iklim global,” jelasnya.
Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan, Kalteng memiliki modal besar untuk mendukung ketahanan pangan nasional karena didukung lahan pertanian yang luas, sumber daya air yang cukup, serta petani yang berpengalaman.
“Ini bukan sekadar proyek pertanian biasa, tapi bagian dari upaya besar untuk menjaga kedaulatan pangan bangsa. Kalteng punya potensi besar untuk itu,” tambahnya.
Menurut Bambang, perhatian terhadap kesejahteraan petani juga harus menjadi bagian penting dalam program swasembada pangan agar mereka tetap termotivasi meningkatkan produksi.
“Kita punya lahan luas, air melimpah, dan petani yang tangguh. Kalau pemerintah hadir memberi dukungan penuh, swasembada bukan lagi sekadar wacana,” katanya.
Ia berharap seluruh pemangku kepentingan memperkuat koordinasi sehingga program swasembada pangan dapat berjalan secara terpadu dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Gerakan swasembada pangan tidak bisa dijalankan sendiri oleh satu instansi. Semua pihak harus saling mendukung, dari perencanaan sampai ke tahap pascapanen,” imbuhnya.
“Kita ingin petani bangga dengan profesinya. Kalau mereka sejahtera, ketahanan pangan otomatis akan kuat. Kalau pemerintah dan petani bersatu, Kalteng bisa menjadi contoh sukses bagaimana daerah mampu berdaulat dalam memenuhi kebutuhan pangannya sendiri,” pungkas Bambang. (RK1)