Indonesia Kamis, 13-05-2021 Jam 10:34:27
KaltengSatu
Home Berita LINTAS-KALTENG Kotawaringin Timur

Dewan Apresiasi Pengungkapan Kasus Miras Ilegal di Kotim oleh Pemkab Kotim

by Redaksi - Tanggal 25-04-2021,   jam 10:34:27
Dewan Apresiasi Pengungkapan Kasus Miras Ilegal di Kotim oleh Pemkab Kotim Ketua DPRD Kotim Drs Rinie A Gagah

KALTENGSATU, SAMPIT - Ketua DPRD Kotim Drs Rinie A Gagah mengapresiasi tindakan nyata yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) setempat dalam pengungkapan kasus peredaran miras di Jalan Ir Juanda 14 dan Jalan jendral Sudirman Km 11 pada Kamis, (22/4/2021) lalu.

 

Bupati Kotim H Halikinnor dan wakilnya Hj Irawati hadir langsung dalam pengungkapan kasus di Jalan Jendral Sudirman Km 11, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang tersebut.

 

"Saya sangat mengapresiasi kekompakan pemimpin daerah ini dalam pengungkapan kasus peredaran miras di wilayah Kotim ini," ucapnya, Jumat pekan kemarin.

 

Dirinya juga menyampaikan hal tersebut adalah tindakan nyata dan penuh dengan keberanian. Karena masalah miras ini sangat meresahkan masyarakat. Langkah Pemkab Kotim untuk menertibkan miras ilegal tentu harus didukung penuh oleh masyarakat nantinya.

 

Menurut, politisi PDI Perjuangan Kotim ini, bahwa razia yang dilakukan ini untuk mencegah masifnya peredaran miras di Kotim. "Saya harap jangan hanya di daerah perkotaan yang dilakukan razia miras ini dilakukan namun didaerah pedesaan atau pelosok desa di Kotim perlu dilakukan razia miras. Diduga masih banyak yang miras ilegal yang beredar di wilayah pelosok Kotim," harapnya.

 

Karena kata dia masalah miras ini sudah ada aturan yang mengikatnya. "Misalnya terkait aturan tentang memproduksinya, membeli, mendistribusikan hingga sampai pada pembeli alias konsumennya semua ada aturan," tegasnya.

 

Pihak DPRD Kotim sangat menyambut baik tindakan nyata dari Pemda Kotim yang langsung dihadiri orang nomor satu di Kotim ini, yakni Bupati Kotim H Halikinnor. Ditambah lagi wakilnya yang begitu konsen menyikapi masalah peredaran miras di wilayah Kotim ini.(kh1)