Indonesia Kamis, 13-05-2021 Jam 08:57:27
KaltengSatu
Home Berita LINTAS-KALTENG Barito Utara

Larangan Mudik Difokuskan pada Peniadaan dari Luar Kalteng

by Redaksi - Tanggal 04-05-2021,   jam 08:57:27
Larangan Mudik Difokuskan pada Peniadaan dari Luar Kalteng Kepala Dinas Perhubungan Barito Utara, H Fery Kusmiadi SE MM

KALTENGSATU, Muara Teweh - Larangan mudik diberlakukan Pemerintah Kabupaten Barito Utara (Pemkab Barut) sesuai Addendum Surat Edaran (SE) Satgas COVID-19 Gubernur Kalteng Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah. Diberlakukannya larangan mudik ini tidak berlaku bagi masyarakat di wilayah Provinsi Kalteng yang ingin pulang kampung.

 

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Barito Utara H Fery Kusmiadi, mengatakan posko yang kita bangun di KM 12 Kelurahan Jingan di fokuskan adalah peniadaan dari luar Kalteng.

 

“Untuk pos penyekatan yang ada di KM 12 Tugu Selamat Datang itu guna melaksanakan pembatasan melalui pengecekan surat keterangan bebas COVID-19 (hasil negatif menggunakan Rapid Test Antigen) dan mengantisipasi orang luar Kalteng yang lolos di Kabupaten Barito Timur (Bartim),” kata Kadis Perhubungan H Fery Kusmiadi, Selasa (4/5/2021).

 

Hal tersebut kata Fery Kusmiadi merupakan upaya pemerintah untuk mencegah terjadinya lonjakan pasien COVID-19 yang bakal terjadi akibat banyaknya perpindahan penduduk dalam kurun waktu tertentu seperti aktivitas mudik.

 

"Pastinya pada pos penyekatan antar kabupaten/kota tersebut petugas akan berjaga dan menyetop (memberhentikan kendaraan) masyarakat yang berniat mudik lebaran, serta memintanya untuk memutar balik kendaraan bila yang berasal dari luar wilayah kalteng,” kata dia.

 

Menurut Kadishub, di Barito Utara dibangun titik Posko Penyekatan Peniadaan Mudik Lebaran diantaranya Posko di Bundaran Buah Jalan A Yani Muara Teweh, Pelabuhan Daerah Muara Teweh, dan di KM 12 di tugu Selamat Datang di Kota Muara Teweh.

 

Pada kesempatan itu juga H Fery Kusmiadi menyampaikan pesan dari Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalteng untuk masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan serta melengkapi diri dengan dokumen-dokumen kesehatan diri. “Hal ini tiada lain untuk menjaga kesehatan diri sendiri dan keluarga kita masing-masing,” kata H Fery menyampaikan pesan Kadishub kalteng.

 

Kemudian jelas kata dia, masyarakat yang tidak memiliki kepentingan khusus atau penting atau mendesak dihimbau untuk tidak melakukan perjalanan untuk bersama bersama-sama membatasi pergerakan orang.

 

Dan posko-posko pengawasan dan pengendalian di kabupaten/kota akan melakukan pengawasan terhadap kepatuhan masyarakat guna mencegah pergerakan masing-masing yang dapat berdampak pada munculnya cluster-cluester baru di wilayah msing-masing.

 

Posko penyekatan yang ada di KM 12 Tugu Selamat Datang tersebut dijaga oleh petugas dari Dinas Perhubungan bersama personil gabungan TNI/Polri, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD).

 

Sementara, sebelumnya Sekda Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Fahrizal Fitri mengatakan bahwa Pemprov Kalteng hingga saat ini kita tidak menerapkan aglomerasi, jadi satu Kalimantan Tengah ini merupakan satu aglomerasi.

 

“Satu Kalimantan Tengah ini adalah merupakan satu aglomerasi. Jadi tidak ada pembatasan pembatasan antar kabupaten dan kota, yang ada hanya pembatasan antar provinsi,” kata Sekda Provinsi Kalteng Fahrizal Fitri, Senin (3/4/2021) kemarin.(ari/kh1)