Indonesia Jum`at, 06-08-2021 Jam 01:32:57
KaltengSatu
Home Berita LINTAS-KALTENG Barito Utara

9 Tiang Fender Jembatan Sikan-Tumpung Laung Hilang ke Dasar Sungai Barito

by Redaksi - Tanggal 23-06-2021,   jam 01:32:57
9 Tiang Fender Jembatan Sikan-Tumpung Laung Hilang ke Dasar Sungai Barito RAIB DITABRAK TONGKANG BARUBARA-Sebanyak 9 (sembilan) tiang fender jembatan yang berada ditengah sungai Barito ditabrak tongkang batubara BG Rimas 2507, Selasa (22/6) sekitar pukul 01.15 WIB. Padahal sembilan tiang fender tersebut baru saja ditancapkan dan belum dicor.(foto:ist)

KALTENGSATU, Muara Teweh – Sebanyak 9 (sembilan) tiang fender Jembatan Sikan-Tumpung Laung hilang ke dasar sungai Barito. Tiang fender jembatan yang berada ditengah sungai tersebut ditabrak tongkang batubara BG Rimas 2507, Selasa (22/6) sekitar pukul 01.15 WIB. Padahal sembilan tiang fender tersebut baru saja ditancapkan dan belum dicor.

 

Informasi yang dihimpun, Rabu (23/6/2021), tongkang pemabrak gendereng angkut batu bara milik PT Kapuas Bara Utama (KBU). Tongkang dipandu oleh tug boat (TB) Ewis 16. PT KBU memegang izin tambang di Kabupaten Kapuas, tetapi pelabuhan (jety) mengikuti pelabuhan PT Mitra Barito di Desa Paring Lahung, Kecamatan Montallat.

 

Kepala Dinas PUPR Barito Utara M Iman Topik ketika dikonfirmasi, Rabu siang membenarkan, ada tongkang menabrak fender Jembatan Sikan. "Kerugiannya sedang dikalkulasi. Tiang-tiang fender baru dipasang dan belum dicor," kata M Iman Topik.

 

Mantan Kadis Kominfosandi Barito Utara ini menerangkan saat ini sedang ditempuh langkah mediasi. Pemilik tambang asal Banjarmasin langsung datang ke lokasi kejadian. "Mereka berkomitmen mengganti semua kerusakan," ucap Topik.

 

Ditemui terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Barito Utara Fery Kusmiadi melalui Kepala Bidang Perhubungan Sungai dan Penyeberangan Rizalfi, Rabu siang menjelaskan, tongkang masuk dalam jenis kapal laut, sehingga urusan pelayaran atau navigasi termasuk, Surat Izin Pelayaran di bawah wewenang Syahbandar UPP Kelas II Rangga Ilung di Barito Selatan.

 

"Itu sesuai dengan UU nomor 17/2008 tentang pelayaran. Tetapi kalau diminta, kami siap membantu secara teknis," ujar Rijalfi.

 

Insiden memabrak tiang jembatan merupakan kedua kalinya selama kurun 2020-2021. Sebelumnya tiang pancang Jembatan Sikan-Tumpung Laung juga ditabrak tongkang, akhir Oktober 2020.

 

Dua kali insiden tongkang tabrak tiang jembatan menyebabkan berbagai pihak meminta supaya penempatan tiang Jembatan Sikan ditentukan secara cermat dan akurat dengan melibatkan semua pemangku kepentingan.

 

"Jembatan belum jadi, tetapi sudah dua kali tiangnya ditabrak. Perlu evaluasi, secara total,"  tutur seorang warga Tumpung Laung.(ari/kh1)