Indonesia Minggu, 17-10-2021 Jam 01:41:34
KaltengSatu
Home Berita LINTAS-KALTENG Barito Utara

Bupati Bersama Tim PBD Barito Utara Bahas Hasil Rapat Tata Batas

by Redaksi - Tanggal 27-09-2021,   jam 01:41:34
Bupati Bersama Tim PBD Barito Utara Bahas Hasil Rapat Tata Batas SAMPAIKAN HASIL RAPAT TATA BATAS-Tim Penegasan Batas Daerah (PBD) Kabupaten Barito Utara menyampaikan hasil rapat tata batas yang dilaksanakan di Lime Green Hotel Ibis Staylis Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.(foto:ist)

KALTENGSATU, Muara Teweh - Menindaklanjuti rapat percepatan penyelesaian segmen batas wilayah II pada 16-18 September 2021 diruang rapat Lime Green Hotel Ibis Staylis Jakarta Pusat, dalam rapat tersebut membahas penyelesaian tata batas antara Kabupaten Barito Utara dengan Kabupaten Paser dan Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur dan tata batas Kabupaten Barito Utara dengan Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan dilaporkan kepada Bupati Barito Utara H Nadalsyah, Senin (27/9) di aula rumah jabatan bupati.

 

Ketuai Tim Penegasan Batas Daerah (PBD) Kabupaten Barito Utara Asisten Pemerintahan dan Kesra, Hj Siti Nornah Iriawati, didampingi Kepala Dinas PUPR M Iman Topik, Kepala Bagian Pemerintahan Setda Barito Utara..

 

Kepala Dinas PUPR, M Iman Topik menjelaskan secara singkat hasil rapat, dimana Tim Pusat mengeluarkan garis batas daerah segmen Provinsi Kalimantan Tengah dengan Provinsi Kalimantan Selatan dan Provinsi Kalimantan Timur.

 

"Untuk segmen TK 6 dan 7 yakni tata batas dengan Kabupaten Kutai Barat tidak dibahas dalam rapat tersebut," jelas M Iman Topik.

 

Dijelaskan juga oleh Kepala Bagian Pemerintahan, BP Girsang, SP bahwa tim telah menyampaikan hasil kajian untuk segmen TK 6 dan 7, tetapi oleh pusat tidak dibahas lebih lanjut.

 

Bupati Barito Utara, H Nadalsyah setelah mendengarkan paparan dari Tim PBD menegaskan bahwa segmen batas daerah Kabupaten Barito Utara Provinsi Kalteng dengan Kabupaten Kutai Barat Provimnsi Kaltim tetap bertahan di garis Kajian Tim Kalteng dan tidak menerima garis kajian Tim Pusat.

 

"Garis kajian pusat tidak sesuai dengan Kepmen 89 pasal 1 dari puncak Gunung ke Gunung lainnya, sedangkan Pusat menggaris berdasarkan Watershed sehingga banyak sungai yang secara fakta dilapangan masuk ke Kaltim," kata H Nadalsyah.

 

Bupati juga menugaskan kepada Tim PBD untuk menanggapi melalui surat. "Kirim segera surat dengan dilengkapi berkas-berkas pendukung kepada Kemendagri," kata H Nadalsyah.

 

Bupati yang akrab disapa H Koyem ini juga berharap agar nantinya segmen batas kembali sesuai dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor : 185.5-486 Tahun 1989 tentang Penegasan Garis Batas Wilayah antara Propinsi Daerah Tingkat I Kaltim dengan Propinsi Daerah Tingkat I Kalteng.(kh3)