Indonesia Kamis, 13-08-2026 Jam 21:27:16
KaltengSatu
Home Berita LINTAS-KALTENG Barito Utara

SMM-PAMA Berdikari Award 2026 Gerakkan Warga Trahean Jaga Lingkungan

by admin - Tanggal 13-08-2026,   jam 21:27:16
SMM-PAMA Berdikari Award 2026 Gerakkan Warga Trahean Jaga Lingkungan SMM-PAMA Berdikari Award 2026 di Desa Trahean Kecamatan Teweh Selatan.(kaltengsatu:Dok Pribadi)

KALTENGSATU, Muara Teweh – PT Suprabari Mapanindo Mineral (SMM) bersama PT Pamapersada Nusantara (PAMA) terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui Program Pekan Kampung Iklim Trahean 2026 yang dipuncaki dengan kegiatan SMM-PAMA Berdikari Award 2026.

 

Program yang berlangsung sejak 20 Juli hingga 8 Agustus 2026 tersebut dilaksanakan di Desa Trahean, Kecamatan Teweh Selatan, Kabupaten Barito Utara, sebagai bagian dari dukungan perusahaan terhadap Program Kampung Iklim (ProKlim) yang diinisiasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

 

Manajemen PT SMM, Abdul Syukur, mengatakan program tersebut dirancang bukan sekadar untuk mendukung proses penilaian ProKlim, tetapi juga sebagai upaya membangun kesadaran dan kebiasaan masyarakat dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

 

“Kami ingin ProKlim tidak hanya dipahami sebagai pemenuhan dokumen atau proses penilaian. ProKlim harus menjadi gerakan nyata yang hidup di masyarakat. Melalui Pekan Kampung Iklim dan SMM-PAMA Berdikari Award, kami melihat bahwa menjaga lingkungan bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan, kreatif dan melibatkan seluruh warga,” ujar Abdul Syukur, Rabu (12/8/2026).

 

Menurutnya, pendekatan berbasis partisipasi masyarakat menjadi salah satu kunci agar program lingkungan dapat memberikan dampak jangka panjang. Karena itu, PT SMM-PAMA tidak hanya memberikan dukungan, tetapi juga mendorong masyarakat, pemerintah desa dan kelembagaan lokal untuk bersama-sama menjalankan aksi lingkungan.

 

Rangkaian Pekan Kampung Iklim Trahean dikemas dalam berbagai kegiatan dan perlombaan antar-RT, di antaranya Lomba Kebersihan RT, Lomba Pembuatan Taman 3R, Lomba Rumah Sehat Peduli Lingkungan serta Lomba Aksi Kompak RT.

 

Berbagai kegiatan tersebut mendorong warga untuk melakukan penataan lingkungan, membersihkan kawasan permukiman, menata pekarangan, memilah sampah hingga memanfaatkan barang bekas menjadi taman 3R.

 

Abdul Syukur menilai tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat tumbuh ketika warga diberikan ruang untuk terlibat secara langsung.

 

“Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat merasa memiliki program ini. Ketika warga bergerak bersama membersihkan lingkungan, menata pekarangan dan mengelola sampah, maka sebenarnya kita sedang membangun kebiasaan baru yang bisa terus dilakukan meskipun kegiatan sudah berakhir,” katanya.

 

Ia menjelaskan, Desa Trahean memiliki potensi besar untuk mengembangkan aksi lingkungan berbasis masyarakat karena sebagian besar warga bergerak di sektor pertanian, perkebunan, peternakan dan pemanfaatan pekarangan.

 

Dengan kondisi tersebut, penguatan ketahanan pangan keluarga, pemanfaatan pekarangan, pengurangan sampah serta penataan lingkungan menjadi bagian penting dalam mendukung ketangguhan masyarakat menghadapi perubahan iklim.

 

Selain itu, kegiatan juga memperkuat pemahaman masyarakat mengenai konsep 3R (reduce, reuse, recycle). Pemanfaatan material bekas untuk pembuatan taman menjadi contoh bahwa barang yang sebelumnya dianggap tidak berguna masih dapat dimanfaatkan kembali secara kreatif.

 

Menurut Abdul Syukur, keberlanjutan program juga membutuhkan penguatan kelembagaan lokal. Karena itu, keterlibatan PKK, kelompok pengelola sampah, perangkat RT dan berbagai elemen masyarakat menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan.

 

“Program lingkungan tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Kami ingin aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim bisa menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat dan terus berjalan melalui kelembagaan yang ada di desa,” jelasnya.

 

Ia menambahkan, pelaksanaan Pekan Kampung Iklim juga merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap Desa Trahean yang sebelumnya telah menjalani pengecekan lapangan oleh Tim Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Tengah pada 23 Juli 2026 sebagai salah satu tahapan penilaian ProKlim Utama.

 

Sementara itu, melalui SMM-PAMA Berdikari Award 2026, perusahaan memberikan apresiasi kepada RT dan masyarakat yang dinilai memiliki komitmen terbaik dalam menjaga kebersihan, menata lingkungan, membuat taman 3R, menerapkan rumah sehat serta membangun kekompakan warga.

 

Abdul Syukur berharap penghargaan tersebut tidak menjadi akhir dari gerakan lingkungan di Desa Trahean, melainkan menjadi motivasi bagi masyarakat untuk mempertahankan dan meningkatkan aksi yang telah dilakukan.

 

“Kami berharap semangat ini terus berlanjut. Kolaborasi antara perusahaan, pemerintah desa, kelembagaan masyarakat dan warga harus terus diperkuat sehingga Trahean semakin bersih, sehat, hijau, produktif dan tangguh menghadapi perubahan iklim,” pungkasnya.(kh3)