KALTENGSATU, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) meraih penghargaan nasional di bidang pendidikan atas keberhasilan memacu pengembangan digitalisasi maupun akses pendidikan secara inklusif.
“Kami ingin memastikan seluruh peserta didik, baik di perkotaan maupun wilayah terpencil mendapat akses pendidikan berkualitas melalui pemanfaatan teknologi,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kalteng Reza Prabowo dihubungi dari Palangka Raya, Sabtu.
Adapun penghargaan kategori pendidikan yang diraih tersebut dalam ajang National Governance Awards 2026 Sinergi Nusantara untuk Indonesia Emas yang diselenggarakan salah satu televisi nasional.
Inovasi Pemprov Kalteng dalam meningkatkan kualitas pendidikan berbasis teknologi, sekaligus memperluas pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat dinilai berhasil.
Penilaian tak hanya berfokus pada kebijakan tetapi juga implementasi program yang memberi dampak langsung kepada masyarakat, khususnya sektor pendidikan.
Keberhasilan Kalimantan Tengah meraih penghargaan ini tidak terlepas dari penguatan ekosistem digitalisasi pembelajaran yang terus dikembangkan secara berkelanjutan.
Di bawah kepemimpinan Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, pemerintah provinsi mendorong pemanfaatan teknologi dalam proses belajar mengajar melalui berbagai program inovatif.
Beberapa program yang dikembangkan antara lain Kelas Digital Huma Betang, pembelajaran hybrid, serta penguatan pembelajaran bahasa asing yang dirancang adaptif serta inklusif bagi peserta didik di berbagai wilayah, termasuk daerah terpencil.
Selain itu, digitalisasi pendidikan juga didukung dengan penyediaan sarana prasarana modern, seperti penggunaan televisi interaktif atau papan tulis interaktif yang mulai diterapkan di seluruh SMA, SMK, dan sekolah khusus di Kalimantan Tengah.
Upaya tersebut dinilai mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus menjawab tantangan pendidikan di era transformasi digital.
Program unggulan sekolah gratis dan kuliah gratis juga menjadi faktor penting dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Kebijakan tersebut memberikan kesempatan lebih luas bagi pelajar dari keluarga kurang mampu maupun yang tinggal di wilayah pedalaman untuk melanjutkan pendidikan tanpa terbebani biaya.
“Kami tidak ingin ada lagi anak-anak di Kalimantan Tengah yang putus sekolah karena keterbatasan biaya. Melalui program sekolah gratis dan kuliah gratis, kami membuka akses seluas-luasnya agar generasi muda dapat meraih masa depan yang lebih baik,” jelasnya. (K1)