Indonesia Selasa, 11-08-2026 Jam 15:10:29
KaltengSatu
Home Berita LINTAS-KALTENG Barito Utara

DKPP Barito Utara Ajak Masyarakat Hentikan Illegal Fishing, Lindungi Bibit Ikan

by Redaksi - Tanggal 11-08-2026,   jam 15:10:29
DKPP Barito Utara Ajak Masyarakat Hentikan Illegal Fishing, Lindungi Bibit Ikan

KALTENGSATU, Muara Teweh – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Barito Utara mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menghentikan praktik illegal fishing atau penangkapan ikan dengan cara-cara yang dilarang dan merusak lingkungan.

 

Kepala DKPP Kabupaten Barito Utara, H. Siswandoyo, mengatakan penggunaan bahan beracun, bahan peledak, obat bius, alat setrum maupun alat tangkap yang merusak dapat memberikan dampak serius terhadap kelestarian sumber daya perikanan.

 

“Jangan melakukan penangkapan ikan dengan cara-cara yang merusak, seperti menggunakan setrum, bahan beracun, bahan peledak maupun alat tangkap yang dilarang. Cara-cara tersebut tidak hanya merusak lingkungan perairan, tetapi juga dapat mematikan ikan-ikan kecil dan bibit ikan yang seharusnya masih memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang biak,” ujar Siswandoyo, Selasa (11/8/2026) di Muara Teweh.

 

Menurutnya, keberadaan ikan-ikan kecil dan bibit ikan sangat penting untuk menjaga keberlanjutan populasi ikan di sungai maupun perairan lainnya. Jika penangkapan dilakukan secara tidak terkendali dan menggunakan cara yang merusak, maka populasi ikan dikhawatirkan terus mengalami penurunan.

 

“Kalau ikan-ikan kecil dan bibit ikan ikut mati, tentu dalam jangka panjang populasi ikan akan berkurang. Dampaknya bukan hanya terhadap ekosistem, tetapi juga terhadap masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari sumber daya perikanan,” jelasnya.

 

Siswandoyo menegaskan, menjaga kelestarian sumber daya perikanan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Peran aktif masyarakat sangat diperlukan untuk menjaga sungai dan perairan tetap menjadi habitat yang baik bagi ikan dan biota air lainnya.

 

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan bahan atau obat bius, bahan beracun, bahan peledak, alat setrum maupun alat tangkap lainnya yang dapat merusak lingkungan dalam menangkap ikan. Selain mengancam populasi ikan, praktik tersebut juga dapat merusak habitat dan ekosistem perairan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.

 

“Mari kita bersama-sama menjaga sungai dan sumber daya ikan. Jangan hanya mengambil hasilnya, tetapi kita juga harus menjaga habitatnya agar tetap lestari dan dapat dimanfaatkan oleh anak cucu kita,” katanya.

 

Siswandoyo juga mengajak masyarakat ikut melakukan pengawasan terhadap kondisi sungai dan perairan di wilayah masing-masing. Jika menemukan praktik penangkapan ikan yang merusak, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada pihak terkait untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

 

Menurutnya, kesadaran, kepedulian dan kepatuhan terhadap aturan menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan di Barito Utara. “Kami berharap masyarakat menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian perikanan di Barito Utara. Mari kita hentikan illegal fishing dan bersama-sama menjaga sungai sebagai sumber kehidupan,” pungkas Siswandoyo.

 

DKPP Barito Utara, lanjutnya, akan terus mendorong edukasi dan pembinaan kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian sumber daya ikan dan ekosistem perairan.(kh3)