KALTENGSATU, Muara Teweh — PT Multipersada Gatramegah (MPG), perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan dan pabrik kelapa sawit di Kecamatan Lahei Barat dan Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara, kembali menunjukkan komitmennya dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Melalui program MoU Masyarakat Bebas Api (MBA), perusahaan memberikan penghargaan atau reward kepada desa binaan yang berhasil menjaga wilayahnya dari kejadian karhutla. Tahun ini, dua desa berhasil memperoleh penghargaan tersebut, yakni Desa Karamuan dan Desa Beringin Raya.
Manager Humas PT Multipersada Gatramegah, Ibrahim, mengatakan pemberian reward tersebut merupakan bentuk apresiasi perusahaan sekaligus implementasi dari kesepakatan dalam MoU Masyarakat Bebas Api yang telah dijalankan bersama desa-desa binaan.
“Reward diberikan kepada setiap desa binaan yang berhasil mencegah terjadinya karhutla dalam kurun waktu yang telah disepakati dalam MoU. Tahun ini ada dua desa yang berhasil menjaga wilayahnya sehingga tidak terjadi kebakaran, yaitu Desa Beringin Raya dan Desa Karamuan,” ujar Ibrahim.
Menurutnya, masing-masing desa menerima reward senilai Rp25 juta. Penghargaan tersebut diberikan dalam bentuk perlengkapan operasional kantor, serta kendaraan operasional berupa sepeda motor yang dapat digunakan untuk mendukung kegiatan patroli dan pencegahan karhutla di wilayah desa.
Ibrahim menambahkan, upaya pencegahan karhutla tidak hanya dilakukan melalui pemberian penghargaan. Setiap tahun PT MPG juga secara rutin melaksanakan sosialisasi pencegahan dan penanganan karhutla serta simulasi pemadaman api bersama desa binaan.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pihak, di antaranya Manggala Agni, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, Polres Barito Utara, Kodim 1013 Muara Teweh melalui Koramil Teweh Tengah dan Lahei, Kecamatan Lahei Barat, Kecamatan Teweh Tengah, serta desa-desa binaan PT MPG.
Adapun desa binaan PT Multipersada Gatramegah meliputi Desa Pendreh, Desa Karamuan, Desa Sei Rahayu 1, Desa Sei Rahayu 2, Desa Rimba Sari, Desa Beringin Raya, dan Desa Datai Nirui.
“Selain sosialisasi dan simulasi, perusahaan juga aktif melakukan patroli api setiap hari melalui petugas keamanan patroli. Kami juga melakukan edukasi kepada masyarakat dengan memasang imbauan Kapolda Kalimantan Tengah mengenai pencegahan karhutla serta spanduk imbauan Kapolres Barito Utara,” jelas Ibrahim.
Komitmen tersebut juga mendapat apresiasi dari Kapolsek Teweh Tengah. PT Multipersada Gatramegah memperoleh piagam penghargaan atas kontribusinya dalam mengikuti apel siaga karhutla di Desa Rimba Sari serta dinilai tanggap dalam upaya pencegahan karhutla. Piagam tersebut diserahkan langsung oleh Kapolsek Teweh Tengah saat kegiatan sosialisasi pencegahan karhutla di lingkungan PT Multipersada Gatramegah.
Sementara itu, Kepala Desa Karamuan, Agusminto, menyampaikan terima kasih kepada PT Multipersada Gatramegah atas penghargaan yang diberikan kepada desanya. “Terima kasih kepada PT Multipersada Gatramegah yang telah memberikan penghargaan kepada Desa Karamuan. Ini menjadi motivasi bagi kami bersama masyarakat untuk terus menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” kata Agusminto.
Ia juga mengimbau seluruh warga Desa Karamuan agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan, terutama pada musim kemarau. Masyarakat juga diminta memperhatikan hal-hal kecil yang berpotensi memicu kebakaran.
“Kami mengajak seluruh warga Desa Karamuan untuk bersama-sama menjaga lingkungan, tidak membakar hutan dan lahan, serta memastikan puntung rokok benar-benar sudah padam setelah selesai merokok agar tidak menjadi penyebab terjadinya kebakaran,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Beringin Raya, Kecamatan Teweh Tengah, Ronal Panjaitan, SE. Ia mengucapkan terima kasih kepada PT Multipersada Gatramegah atas apresiasi yang diberikan kepada Desa Beringin Raya.
“Kami menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada PT Multipersada Gatramegah yang telah memberikan reward kepada Desa Beringin Raya. Penghargaan ini tentunya menjadi motivasi bagi pemerintah desa dan masyarakat untuk terus bersama-sama mencegah karhutla,” ujar Ronal.
Ia mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga Desa Beringin Raya, agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Menurutnya, pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab bersama karena kebakaran hutan dan lahan dapat menimbulkan dampak serius bagi lingkungan maupun kesehatan masyarakat.
“Di musim kemarau ini kami mengajak seluruh masyarakat untuk saling berhati-hati dan menjaga lingkungan agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan. Kalau sampai terjadi, dampaknya sangat berbahaya, terutama terhadap kesehatan masyarakat,” pungkasnya.
Melalui program Masyarakat Bebas Api, PT Multipersada Gatramegah berharap sinergi antara perusahaan, pemerintah desa, masyarakat, dan instansi terkait dapat terus diperkuat sehingga upaya pencegahan karhutla dapat dilakukan secara berkelanjutan di wilayah Kabupaten Barito Utara.(kh3)