Indonesia Kamis, 01-10-2026 Jam 07:59:07
KaltengSatu
Home Berita LINTAS-KALTENG Barito Utara

Bupati Shalahuddin Tekankan Penanganan Karhutla: Jangan Tunggu Api Membesar, Segera Bergerak

by Redaksi - Tanggal 01-10-2026,   jam 07:59:07
Bupati Shalahuddin Tekankan Penanganan Karhutla: Jangan Tunggu Api Membesar, Segera Bergerak RAPAT EVALUASI DAN KOORDINASI PENANGANAN KARHUTLA-Pemkab Barito Utara bersama OPD terkait melaksanakan Rapat Evaluasi dan Koordinasi Penanganan Peningkatan Eskalasi Kebakaran Hutan dan Lahan di Aula Sekretariat Daerah (Setda) Lantai I, Rabu (30/9/2026).(kaltengsatu:Diskominfosandi)

KALTENGSATU, Muara Teweh – Bupati Barito Utara H. Shalahuddin menekankan kepada seluruh pihak terkait agar tidak menunggu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membesar sebelum melakukan tindakan. Setiap informasi mengenai titik api, asap maupun indikasi kebakaran harus segera diverifikasi dan ditindaklanjuti di lapangan.

 

Penegasan tersebut disampaikan Bupati H. Shalahuddin melalui Wakil Bupati Barito Utara Felix Sonadie Y. Tingan pada stressing Rapat Evaluasi dan Koordinasi Penanganan Peningkatan Eskalasi Kebakaran Hutan dan Lahan di Aula Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Barito Utara Lantai I, Rabu (30/9/2026) siang.

 

Dalam arahannya, Bupati meminta seluruh unsur yang memiliki tugas dan kewenangan dalam penanganan karhutla untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta hadir langsung di lapangan. “Jangan menunggu api membesar baru bergerak, dan jangan menunggu kebakaran meluas baru melakukan pengerahan. Begitu ada informasi mengenai titik api, asap atau indikasi kebakaran, segera bergerak, segera lakukan pengecekan dan segera lakukan pemadaman,” tegas Felix saat menyampaikan stressing Bupati.

 

Menurutnya, setiap informasi yang diterima harus diikuti dengan tindak lanjut yang jelas, cepat dan terukur. Jangan sampai laporan mengenai potensi kebakaran hanya berhenti sebagai informasi tanpa tindakan nyata.

 

Bupati juga meminta camat, kepala desa/lurah, BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, perangkat daerah terkait, perusahaan serta seluruh unsur lainnya untuk memahami kondisi wilayah masing-masing, terutama kawasan yang memiliki potensi dan tingkat kerawanan karhutla.

 

Selain respons cepat, penguatan patroli aktif juga menjadi perhatian. Patroli harus dilakukan secara berkelanjutan, khususnya ketika kondisi cuaca, lingkungan dan tingkat kerawanan menunjukkan peningkatan risiko kebakaran. “Kita harus hadir lebih awal di lokasi-lokasi yang berpotensi terjadi kebakaran. Kenali wilayahnya dan petakan titik-titik rawan,” ujarnya.

 

Kepada para camat dan kepala desa/lurah, Bupati meminta agar tidak bersikap pasif. Mereka harus menjadi mata dan telinga pemerintah daerah di lapangan dengan mengenali wilayah secara menyeluruh, memahami titik-titik rawan serta mengetahui aktivitas masyarakat dan kelompok yang berada di wilayah tersebut.

 

Bupati juga meminta agar masyarakat diberikan pemahaman mengenai mekanisme pelaporan apabila menemukan api, asap atau indikasi kebakaran. Setiap laporan harus segera diterima, diverifikasi dan ditindaklanjuti dengan langkah nyata.

 

“Kehadiran pemerintah bukan hanya melalui laporan dan rapat, tetapi harus diwujudkan melalui kesiapsiagaan, tindakan nyata dan respons cepat di lapangan,” kata Felix. Ia menambahkan, seluruh unsur harus membangun kerja sama dan koordinasi yang kuat untuk memastikan setiap potensi kebakaran dapat dikendalikan sedini mungkin.

 

“Mari bersama kita cegah sebelum terbakar, kita tangani sebelum meluas, dan kita pastikan setiap potensi kebakaran dapat dikendalikan. Dengan kerja bersama, koordinasi yang kuat dan tindakan yang cepat, kita jaga keselamatan masyarakat serta lingkungan di Kabupaten Barito Utara,” pungkasnya.(kh3)