SAMBUTAN KETUA MASJID-Ketua pengurus Masjid Al Muthmainnah Dermaga Muara Teweh, Al Hamdani Umar menyampaikan sambutan pada acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar oleh TKA TPA Unit 008 Al Muthmainnah Dermaga Muara Teweh di pelatanan Masjid, Minggu (30/8/2026).(foto:kaltengsatu) KALTENGSATU, Muara Teweh – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang digelar TKA/TPA Unit 008 Al Muthmainnah Dermaga Muara Teweh menjadi momentum untuk menumbuhkan dan memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Kegiatan yang berlangsung di pelataran Masjid Al Muthmainnah Dermaga Muara Teweh, Minggu (30/8/2026), tersebut berlangsung khidmat dan melibatkan para santri dan santriwati dalam berbagai rangkaian acara, mulai dari pembawa acara, pembacaan ayat suci Al Quran hingga kegiatan keagamaan lainnya.
Ketua Pengurus Masjid Al Muthmainnah Dermaga Muara Teweh, Alhamdani Umar, mengatakan peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi sarana untuk kembali mengingat dan menanamkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah SAW perlu ditanamkan sejak dini, khususnya kepada anak-anak yang sedang menempuh pendidikan agama di TKA/TPA. “Pertama-tama ulun hanya mengajak kita semua senyum. Senyum adalah permulaan dari cinta. Cinta kepada siapa? Cinta kepada Nabi kita, Habibuna Muhammad SAW,” ujar Alhamdani Umar.
Ia juga mengajak para santri untuk mengenal tradisi pembacaan Maulid, salah satunya Simtuddurar atau Maulid Al-Habsyi yang banyak dibaca dalam berbagai kegiatan keagamaan. Dijelaskannya, Simtuddurar merupakan karya Al-Imam Al-Qutub Al-Habib Ali bin Muhammad bin Husein Al-Habsyi, ulama asal Hadramaut, Yaman. Karya tersebut hingga kini terus diamalkan umat Islam di berbagai belahan dunia, terutama pada bulan Rabiul Awal.
“Rawi-rawi beliau, warisan beliau akan kecintaan kepada Nabi SAW ini dibaca di seluruh dunia, terutama di bulan Rabiul Awal, bulan mulia kelahiran Nabi kita Habibuna Muhammad SAW,” katanya.
Alhamdani Umar juga menegaskan, kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW merupakan bagian penting dalam kehidupan umat Islam. Karena itu, orang tua, ustaz dan ustazah serta para jamaah diharapkan bersama-sama menanamkan kecintaan tersebut kepada generasi muda.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga pemahaman keagamaan dalam bingkai Ahlussunnah wal Jamaah dengan mencintai Nabi Muhammad SAW, keluarga beliau dan para sahabat. “Kita adalah Ahlussunnah wal Jamaah. Kita mencintai sahabat Nabi SAW dan kita pun mencintai keluarga Nabi SAW,” tegasnya.
Menurutnya, umat Islam boleh mencintai berbagai tokoh, baik atlet, artis, pejabat maupun pahlawan, namun kecintaan kepada mereka tidak boleh mengalahkan kecintaan kepada Rasulullah SAW. “Walaupun kita cinta kepada pemain bola, cinta kepada artis, cinta kepada pejabat, cinta kepada yang lain-lain, ada kata lebih. Lebih kita cintai Sayyidina Habibuna Muhammad SAW,” ujarnya.
Dirinya juga berharap momentum Maulid Nabi Muhammad SAW dapat menjadi pengingat bagi seluruh jamaah untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan tersebut turut dihadiri penceramah Ustaz Khaidir Rahman, orang tua santri dan santriwati, tokoh agama, tokoh masyarakat serta para santri dan santriwati TKA/TPA Unit 008 Al Muthmainnah Dermaga Muara Teweh.(kh3)